Selasa, 16 Desember 2008

Menulis: 4.3 Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif - RPP


RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
DAN PERAHU KURANG ASEM

Sekolah : SMP Negeri 1 Kedungwaru
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Komunikasi
Anak Tema : Menulis Petunjuk
Kelas / Semester
: VIII / 3
Tahun Pelajaran
: 2008 / 2009
Waktu
: 2 X 45 Menit
Kurikulum Acuan : Kurikulum Berbasis Kompetensi
(SK dan KD SMP, BSNP: 2006)
(Kurikulum SMPN 1 Kedungwaru, 2008)


A. Standar Kompetensi (SK)
Menulis

4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk

B. Kompetensi Dasar (KD)
4.3 Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat
dan menggunakan bahasa yang efektif

C. Indikator
4.3.1 Mampu mengenali ciri-ciri model petunjuk yang disediakan;
4.3.2 Mampu membuat benda tertentu (benda pakai: mainan,
untuk tempat tertentu, dll.) dari bahan-bahan bekas; dan
4.3.3 Mampu menulis atau membuat petunjuk (cara membuat,
memainkan, menggunakan) benda tertentu yang telah
dibuat sendiri.

D. Tujuan Pembelajaran
4.3.1.1 Setelah mengamati model petunjuk yang disediakan – dengan
pertanyaan pemandu, siswa mampu mengenali ciri-ciri petunjuk;
4.3.2.1 Setelah melakukan tanya jawab seputar benda pakai,
siswa mampu membuat sendiri benda tsb. dengan
bahan bekas yang ada; dan
4.3.3.1 Setelah membuat sendiri benda pakai, siswa
mampu membuat petunjuk bagaimana membuat,
memainkan atau menggunakannya
berdasarkan ciri-ciri petunjuk
yang telah ditemukan ketika mengamati model
petunjuk, sesuai dengan urutan
mengerjakan (dari awal hingga akhir/selesai)
benda pakai yang telah dibuat sendiri.

E. Materi Pokok dan Uraiannya
Materi pokok:
Petunjuk

Uraian Materi
Uraian materi 4.3.1.1: Model, Pertanyaan Pemandu, dan
Ciri-ciri Petunjuk (Lampiran 1)
Uraian materi 4.3.2.1: Benda Pakai Buatan Siswa
Uraian materi 4.3.3.1: Petunjuk tentang Cara Membuat,
Memainkan,atau Menggunakan
Benda Pakai Buatan Siswa

F. Metode Pembelajaran
Inquiry,
dipilih untuk kegiatan pembelajaran
yaitu 1) mengamati model,
dan 2) menemukan sendiri ciri-ciri petunjuk
melalui pertanyaan pemandu;
Questioning, berupa pertanyaan pemandu dan
tanya jawab seputar benda pakai
yang akan dibuat sendiri oleh siswa;
Teknik Rangsang Kegiatan, membuat sendiri
benda pakai sebagai
dorongan (rangsangan) agar siswa bisa membuat
petunjuk bagaimana cara membuat,
memainkan atau menggunakan benda pakai
yang telah dibuat sendiri; dan
Penugasan, berupa pemberian tugas (tugas rumah)
yaitu membuat
petunjuk Cara Merawat Bayi
(berdasarkan inspirasi dari teks dan
gambar: Pokoke nguueeekkk ... jel ! -
lihat Iklan dan Asi).

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Bagian Pendahuluan à 15 Menit
1) Membagikan (1) model berupa Petunjuk,
(2) Pertanyaan Pemandu,
dan (3) Instrumen Pengamatan Sikap dalam
Berdiskusi Kelas (Lampiran 2);
2) Secara berkelompok (kelompok kecil: 2-3 siswa)
mengamati model,
menjawab pertanyaan pemandu untuk
menemukan ciri-ciri petunjuk;
3) Membahas (maksimal 2 sampel) – melalui tanya
jawab, ciri-ciri petunju
yang ditemukan sendiri dalam kerja kelompok;
2. Bagian Inti à 65 Menit
4) Secara berkelompok (kelompok kecil: 2-3 siswa)
membuat
benda pakai – menggunakan bahan
bekas – sesuai yang diinginkan – tempo
pembuatan terbatas (10 menit) – sebelumnya telah
diinformasikan utamanya agar
peralatan kerja telah disiapkan, sambil menulis
tiap tahapan yang dikerjakan;
5) Masih secara berkelompok, membuat
Petunjuk berupa teks yang memuat (1) nama
benda pakai yang telah dibuat disertai
alasan pemberian nama, (2) tahun pembuatan,
(3) bahan dan asal-usulnya, (4) spesifikasi
produk (perbedaannya dengan produk
semacam yang sudah ada, keunggulan dan
kelemahan produk), (5) petunjuk cara
membuat, memainkan, atau menggunakannya,
(6) nilai ekonomis produk
(berapa harga produk), dan
(7) keterangan berupa alamat pembuat produk yang
bisa dihubungi (untuk keperluan complain
maupun permintaan informasi lain);
6) Berdiskusi kelas (maksimal 2 sampel) membahas
Teks Petunjuk karya kelompok,
difokuskan pada (bahasa) Petunjuk – sesuai tidaknya
dengan ciri-ciri petunjuk yang telah
ditemukan sendiri pada kegiatan 2)
dan 3) diatas,
cara membuat, memainkan,
atau menggunakan produk yang telah dibuat
dalam kelompok kecil; dan
7) Menyunting karya masing-masing kelompok
berdasarkan hasil kegiatan diskusi kelas.
3. Bagian Penutup à 10 Menit
8) Pertanyaan reflektif:

(1) Sebutkan (minimal dari 4 aspek)
ciri-ciri Petunjuk!
(2) Kapan Petunjuk itu perlu dibuat? Beri alasan
atas jawabanmu!
(3) Mungkinkah, keterampilan membuat
Petunjuk tertentu itu bisa digunakan
sebagai mata pencaharian? Sertakan alasan
pada jawabanmu!
9) Tugas (Tugas Rumah):
(4) Carilah sebuah Petunjuk tentang cara membuat,
memainkan, atau menggunakan
sesuatu, atau hal lain (cantumkan sumber
dari mana Petunjuk tsb. diperoleh).
Ubah Petunjuk tsb. menjadi
sebuah teks (minimal 2 paragraf)!

H. Sumber Belajar
1. Contoh Petunjuk sebagai model (Penggunaan Kompor Gas Elpiji, Pertamina);
2. Buku teks siswa (Belajar Berkomunikasi, Barokah Santoso dkk., 2008); dan
3. Keterampilan Menulis Paragraf, Soedjito dan Taryono, 1981.

I. Penilaian
1. Teknik:
(1) Tes Tulis; dan
(2) Tes Produk
2. Soal/Instrumen:
(1) Tes tulis:
Setelah kamu mengamati model Petunjuk
(Penggunaan Kompor Gas Elpiji),
tentukan ciri-ciri Petunjuk dengan cara
menjawab pertanyaan pemandu.
(2) Tes produk dengan rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik penilaian Petunjuk:
.............................................................................
NO.
ASPEK
DESKRIPTOR
YA/TIDAK SKOR
………………………………………………….
1.
Kejelasan
a. Petunjuk berurutan? ... ...
b. Terdapat gambar pendukung? ... ..
2.
Tubuh Teks Petunjuk
c. Terdapat nama benda pakai ... ...
yang disertai alasan pemberian nama?
d. Dicantumkan tahun pembuatan
benda pakai? ... ...
e. Terdapat informasi menganai bahan,
asal-usulnya? ... ...
f. Terdapat spesifikasi benda pakai? ... ...

g. Bagian petunjuk lebih banyak daripada
bagian lain (bagian c-f, dan h-i)?
h. Dicantumkan harga benda pakai? ... ...
i. Dicantumkan alamat pembuat benda pakai? ... ...
3.
Bahasa
j. Isi kalimat mudah dipahami? ... ...
k.Sama sekali tak ada kata nonbaku? ... ...
l. Terdapat kesalahan penulisan
huruf besar, tanda baca?
4.
Kemenarikan m. Judul klise? ... ...
n. Diberi warna-warna tertentu? ... ...
……………………………………………………
Ket.: sebelum digunakan sebagai pedoman penilaian, rubrik di atas
perlu dibahas dulu bersama siswa termasuk berapa besaran skor .


Tulungagung, Pertengahan Juli 2008
Guru Bahasa Indonesia,

Beni Harjanto, S.Pd., M.Pd.
NIP 130795304

Mengetahui dan Memeriksa,
Kepala SMP Negeri 1 Kedungwaru


DRS. HARIYANTO SUMINARSO, M.M.
NIP 131429934
Catatan hasil pemeriksaan: ................................................
..............................................................................................


PERAHU KURANG ASEM: Johan Purnomo, Nurkafi, dan Yusron Ghozid Dunya *)

Ketiganya siswa kelas VIII A 2008/2009 di sekolah tempat Lik Ni bekerja.
Melalui kerja kelompok kecil, mereka belajar membuat Petunjuk. Perahu Kurang Asem
tak lain dari nama produk yang mereka kerjakan bersama saat memasuki Bagian Inti
Pembelajaran. Dalam proses membuat produk, Johan, Nurkafi, dan Yusron tak lupa
mencatat tahapan pembuatan produk. Tak berbeda, semua kelompok kecil lain
melakukan hal serupa.

Lik Ni mendekati kelompok demi kelompok. Tak lupa ia meminta tiap siswa mengisi
Lembar Pengamatan Sikap dalam Kerja Kelompok. Dia percaya, tak satu pun siswa
menjadi `penumpang gelap` dalam kerja kelompok.

“Sini, Pak!” Yang berteriak berharap dikunjungi: minta bimbingan.

“Bila produk sudah ada, tolong buat beda. Jangan sama dengan yang sudah ada.
Tampil beda, Man,” teriak Lik Ni.
Meski bukan produk melainkan Petunjuk Cara
Membuat yang perlu dikuasai, ia berharap para siswa tidak sekedar meniru-niru (stereotype).
Tempo, berjalan 45 menit dari keseluruhan alokasi waktu pembelajaran
Menulis Petunjuk (2X45 menit). Musholla tempat mereka belajar berubah
menjadi pasar. Paving di luar memantulkan terik mentari. Gerah diademi angin
lewat teras musholla bertiang minus jendela, siang itu.

Berikut Petunjuk (belum dibahas dalam diskusi kelas dan belum disunting)
karya Johan, Nurkafi, dan Yusron.

Perahu Kurang Asem
Bahan: 3 kertas yang diperoleh dari teman
Cara membuat: cukup sederhana, hanya melipat 3 kertas dari buku bekas
menyerupai kapal but. Tempelkan kertas warna ditemukan di bawah
bangku (terserah warna yang diinginkan). Dan terakhir tumpuk ketiga kapal
tersebut dengan castol yang minta dari teman dan daun dari taman di depan kelas
Spesifikasi:

- untuk tempat abu rorok
- untuk mainan anak-anak kecil
- dapat mengapung di air
Mengapa disebut perahu kurang asem?
Karena, daun yang ada di atas kapal bila dirasakan kurang asem
dan ada bekas premen (kurang asem yang ditempelkan)

Berkaca-kaca
Mengamati sekilas karya ketiga siswa tadi, Pak Ni ingat RPP yang sudah ia susun.
Bekerja lebih separuh umur, diri masih harus terus belajar. Astrea STAR 96
membawanya pulang ke rumah di desa. Melintasi hiruk-pikuk jalanan kota,
ada derai hangat air mata.
Anak-anak itu, "Horison yang selalu biru bagiku," kata Hartoyo Andang Jaya
dalam Dari Guru Kepada Murid-muridnya.
........................................................
*) oleh pak ni, di tepian mana sajalah, 2008






Kamis, 11 Desember 2008

karena lapar?

rumah pak ni


Hujan belum reda. Bentangan langit pucat, memucati segala. Dari sekolah, Lik Ni dibonceng Lik No (Suparno, S.Pd.).

Sekitar pukul 14.20 WIB, dia bisa sampai di rumah meski basah kuyub. Memasuki mulut gang menuju rumah - masih


bersama hujann, ia tenteng
kresek hitam menggembung. Isi kedalamannya
berdesakan: 2 kotak gede plus 1 kotak le-
bih kecil. Tentu, kotak-kotak itu berisi makanan - bisa
dipastikan di mana dibeli, dan kue-kue yang selalu ditemani
Aqua/Club gelas. Semua itu, diperoleh usai ditugasi sebagai
pengawas dalam pelaksanaan Tes CPNS Kab. Tulungagung, 2008.

Anak-anak tetangga bergerombol di teras rumah mereka.
Hujan memaksa anak-anak itu tak bisa bermain-main di luar
rumah. Orang tua mereka akan marah bila kawan-kawan kecil Lik Ni tadi nekat bermain dalam hujan.

"Itu, Pak Ni!" teriak mereka spontan bersamaan. Mata-mata
kecil tak lepas memandangi kresek hitam. Kegaduhan pun
berlangsung manakala kresek dibuka di antara pasukan kecil
yang siap menyerbu.
"Bagi. Jangan ada yang menangis," kata Lik Ni terus
ngeloyor menuju rumah. Air matanya hangat. Susah membedakan
mana air hujan mana air mata.

Temanku,
Alangkah besar rasanya hidup bila hati ta` gelisah.
Sore dalam hujan itu menggeletak sepotong gelisah. Betapa tidak,
di dapur Lik Ni tak bertemu nasi. Perut lapar bukan main, meski telah makan pagi di warung kecil nasi pecel bersama Lik No.
Tak hanya melilit-lilit, perutnya bahkan kembung. Istri belum pulang. Lalu, mengapa isi kresek hitam tadi dibagi-bagikan?
Itukah, sumber kegelisahannya.

Lik Ni coba melupakan lapar dan kembung. Dia mengepel.
Lantai teras kayak bekas kandang sapi. Bersiul-siul menye-
nandungkan sound track: Tujuh Pedang Pendekar - film Cina klasik, Indosiar tayang tengah malam.
Badan mulai berkeringat. Ajaib, lapar justru makin menguasai, kembung tak juga kempes. Masih bersama hujan, terde-
ngar riuh kawan-kawan kecilnya bernyanyi, bersama nasi
dan kue di pedalaman perut mereka.
**
William Saroyan (1908-1981) adalah seorang penulis dari
Amerika. Ia, terkenal berkat drama dan ceritanya tentang
manusia yang dapat menghadapi kenyataan hidup sangat buruk,
dengan tenang bahkan gembira. Dia pernah mengatakan, "Pa-
da saat kau hidup, hiduplah. Dengan begitu segalanya akan menyenangkan, dan tak ada lagi hidup terlalu buruk, atau kema-
tian atau bentuk duka lain yang dapat mengganggumu."
Karya-karya Saroyan menunjukkan dasar yang jelas akan kepercaya-
annya bahwa manusia pada dasarnya bersih. Cerita/dramanya
berkisah tentang kekagumannya pada mereka yang miskin,
yang dipermainkan nasib tetapi tetap tabah, jujur,
dan bersih hati(Cerpen Vol. 3, Pernikahan Kakakku,
Depdiknas, 2006:136).

Seekor Kuda Putih, satu cerpen Saroyan yang pernah
dibaca Lik Ni. Sayang, dia nggak bisa tenang bahkan gembira.
Apalagi tabah, jujur, dan bersih hati hanya karena lapar,
sore itu. Entah, sampai kapan.
....................
*) oleh pak ni, di tepi ladang jagung,
desember 2008